PELESTARIAN BUDAYA SELOKO ADAT PERKAWINAN JAMBI

Darmuji Darmuji, Arisman Arisman

Abstract


Di era globalisasi semua pengaruh kebudayaan asing merupakan kenyataan yang tidak terhindarkan. Kemajuan teknologi yang disebarluaskan oleh media cetak dan elektronik, sudah barang tentu akan mempengaruhi kebudayaan lokal, budaya yang datang dari luar tentulah tidak semuanya ditolak atau diterima begitu saja, akan tetapi semua itu dapat kita saring, maka perlu memperkenalkan jati diri budaya Jambi, terutama seloko dalam proses budaya perkawinan Jambi. Seloko berisikan nasehat dan pandangan nenek mamak, tuo tengganai, dan cerdik pandai untuk masyarakatnya. Di samping itu seloko juga berperan sebagai norma, filsafat, landasan, dan penegas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan masyarakat serta berfungsi sebagai media untuk menciptakan suasana yang akrab dan mengandung nilai estetika dalam berbahasa sehingga terwujud kehidupan bermasyarakat yang memiliki rasa persatuan yang kuat dan hormat-menghormati. Selama ini proses seloko adat perkawinan Jambi belum banyak diketahui oleh kalangan generasi muda di kelurahan Jelutung. Hal ini disebabkan karena pengetahuan tentang seloko tidak diajarkan kepada pemuda dan masyarakat, masyarakat menganggap bahwa seloko adat itu adalah urusan orang adat dan mereka hanya mengikuti saja, Jika pengetahuan tentang seloko diberikan maka akan memberikan dampak positif bagi masyarakat tentang kelangsungan dan pelestarian budaya prosesi adat perkawinan Jambi di kelurahan Jelutung Provinsi Jambi.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32502/suluh%20abdi.v2i1.2703

Refbacks

  • There are currently no refbacks.