Pengaruh Material Kaca Terhadap Perpindahan Panas pada Bangunan Pendidikan (Studi Kasus Gedung Pasca Sarjana Poltekkes Semarang)

Danang Rujito Wibowo, Wahyu Setia Budi, Erni Setyowati

Abstract


Krisis energi dan pemanasan global menjadi isu penting sampai saat ini. Idealnya sebuah bangunan mempunyai nilai estetis, berfungsi sebagaimana tujuan bangunan tersebut dirancang, memberikan rasa aman (dari gangguan alam dan manusia/ makhluk lain), serta memberikan kenyamanan, akan tetapi juga memberikan dampak bagi penghematan energi bangunan tersebut. Selubung bangunan menjadi elemen utama terhadap masuknya radiasi luar ke dalam bangunan. Adanya desain selubung bangunan yang tepat, menjadikan pemakaian energi didalam bangunan dapat dihemat semaksimalnya. Selubung Bangunan sebagai elemen bangunan yang menyelubungi yaitu dinding dan atap tembus atau yang tidak tembus cahaya dimana sebagian besar energi termal dan cahaya berpindah melalui elemen tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa radiasi matahari adalah penyumbang jumlah panas terbesar yang masuk ke dalam bangunan. Konsep OTTV menghitung perpindahan panas dari luar ke dalam bangunan yaitu konduksi melalui dinding tak tembus cahaya, radiasi matahari yang melalui kaca, dan konduksi panas pada kaca. Overall Thermal Transfer Value yang selanjutnya disingkat OTTV adalah suatu nilai yang menggambarkan kemampuan selubung bangunan meneruskan panas secara menyeluruh dari luar ke sisi dalam atau sebaliknya, dinyatakan dalam W/m2. Nilai ini ditetapkan sebagai kriteria perancangan untuk dinding masif dan dinding transparan (kaca) selubung bangunan gedung yang dikondisikan. Besar radiasi matahari yang ditransmisikan melalui selubung bangunan dipengaruhi oleh fasade bangunan yaitu perbandingan luas kaca dan luas dinding bangunan keseluruhan (wall to wall ratio), serta jenis dan tebal kaca yang digunakan. Bila nilai OTTV suatu bangunan yang dihasilkan kurang/sama dengan 40 W/m2, maka bangunan tersebut sudah sesuai dengan Syarat Bangunan Gedung Hijau pada Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Gedung Politeknik Kesehatan Kemenkes (Poltekkes) Semarang sebagai objek studi adalah bangunan berlanggam modern dengan dominasi bukaan dinding bermaterial kaca. Kaca yang digunakan adalah kaca berwarna jenis Panasap. Hasil perhitungan OTTV pada dinding Utara Gedung Poltekkes Semarang sebesar 53,35 W/m2, pada dinding Timur sebesar 77,31 W/m2, pada dinding Selatan sebesar 52,40 W/m2, pada dinding Barat sebesar 26,43 W/m2. Dari hasil perhitungan OTTV didapatkan nilai Total OTTV sebesar 53,11 W/m2, sehingga disimpulkan bangunan Gedung Poltekkes Semarang tidak memenuhi syarat bangunan hemat energi berdasarkan Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019. Untuk mencapai nilai ideal OTTV bangunan Gedung Hijau berdasar Peraturan Walikota Semarang nomor 24 tahun 2019 pada Gedung Poltekkes Semarang, maka perlu dilakukan penggantian jenis material kaca pada bangunan tersebut atau mengurangi luasan dari bukaan dinding dari salah satu sisi bangunan.

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32502/arsir.v4i2.2813

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Arsir



Indexed by:

   

Arsir : Jurnal Arsitektur is lisenced under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

 
View My Stats