PELATIHAN PENINGKATAN KAPASITAS BANK SAMPAH MELALUI PEMANFAATAN SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR ALTERNATIF

Erna Yuliwati, Wiwin Oktaviani, Elfidiah Elfidiah

Abstract


Sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Masalah sampah timbul dengan adanya peningkatan timbulan sampah sebesar 2-4% pertahun, namun belum diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang yang optimal yang memenuhi persyaratan teknis. Undang-undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah lebih rinci menjelaskan tentang prinsip baru dalam mengelola sampah adalah reduce, reuse dan recycle (3R) yang artinya adalah mengurangi, menggunakan kembali, dan mengolah. Kebijakan tentang penetapan daerah percontohan untuk pengelolaan sampah melalui metode 3R melalui bank sampah dalam hal ini bank sampah Sakura, telah ditetapkan Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012. Kota Palembang adalah salah satu dari kota terpilih yang akan mengembangkan metode 3R di 3 Kecamatan, salah satunya adalah Kecamatan Alang-Alang Lebar. Sampah yang dihasilkan oleh 166 KK pada lokasi kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini sebesar 1,7 kg/KK. Penjualan produk berbahan baku sampah seperti kompos dan sampah anorganik berupa sampah kayu, sampah kertas dan sampah plastik sudah dilakukan Bank Sampah Sakura secara langsung dengan pengumpul. Kegiatan PKM ini mendorong industri mitra untuk aktif melakukan peningkatan produktivitas dalam proses pengelolaan bank sampah melalui pelatihan keterampilan dan pengetahuan mitra mengenai pendataan produk berbasis sampah dan model bisnis bank sampah melalui kegiatan salah satunya adalah pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Hasil kegiatan PKM ini berupa model bisnis bank sampah untuk peningkatan produksi bank sampah dan alat pirolisis yang diberikan kepada masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.