Sistem Pendeteksian Pencemaran Udara Akibat Kabut Asap Dengan Alir Informasi Short Message Service

Nila Pratiwi

Abstract


ABSTRAK

Sensor yang digunakan untuk mengukur kualitas udara pada sistem ini adalah sensor CO MQ-9, yang mana sensor ini memiliki kemampuan untuk mengukur kadar pembacaan sensor pada udara bebas. Tujuan dari penelitian ini yang mana data output yang dihasilkan adalah data analog yang mempresentasikan nilai kadar kandungan CO untuk kemudian diolah oleh mikrokontroler ATMega 16 dan untuk mengimplementasikan komunikasi data serial pada interface antara modem GSM dan mikrokontroler. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan 2 tahapan pengujian: 1) pengujian didalam ruangan dengan 4 operator yang berbeda dan dengan waktu yang berbeda, 2) pengujian di luar ruangan dengan 4 operator yang berbeda dan dengan waktu yang berbeda pula. Dari hasil pengujian ini didapatkan data output rata - rata di dalam ruangan sebesar 193,75 ppm pada pukul 08.00, 183,25 ppm pada pukul 12.00, 170,5 ppm pada pukul 16.00 dan 130 ppm pada pukul 19.00. Sedangkan output rata-rata di luar ruangan sebesar 196 ppm pada pukul 08.00 , 190,75 ppm pada pukul 12.00, 178,75 ppm pada pukul 16.00 dan 178,75 ppm pada pukul 19.00. Hasil pengujian ini, alat mampu mendeteksi kadar pembacaan sensor pada lingkungan baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Sementara hasil perhitungan secara manual didapatkan nilai selisih perhitungan sebesar 2 ppm dari nilai pembacaan maksimum 2000 ppm yang seharusnya didapatkan dari datasheet menjadi 1980 ppm berdasarkan perhitungan. Selisih kesalahan perhitungan program sebesar 0,1%.

 Kata kunci : Sensor MQ-9, Mikrokontroler ATMega16, Modem Wavecom, LCD 16x2, Bascom AVR, Prog ISP

 

 

ABSTRACT

The sensor used to measure air quality in this system is the CO MQ-9 sensor, which has the ability to measure the level of sensor readings in free air. The purpose of this study where the output data generated is analog data that presents the value of CO content to be processed by ATMega 16 microcontroller and to implement serial data communication on the interface between the GSM modem and the microcontroller. The research method used in this study uses 2 stages of testing: 1) indoor testing with 4 different operators and at different times, 2) outdoor testing with 4 different operators and at different times. From the results of this test, the average output data in the room was 193.75 ppm at 08.00, 183.25 ppm at 12.00, 170.5 ppm at 16.00 and 130 ppm at 19.00. While the average outdoor output is 196 ppm at 08.00, 190.75 ppm at 12.00, 178.75 ppm at 16.00 and 178.75 ppm at 19.00. The results of this test, the tool is able to detect levels of sensor readings in the environment both indoors and outdoors. While the manual calculation results obtained difference calculation value of 2 ppm from the maximum reading value of 2000 ppm which should be obtained from the datasheet to 1980 ppm based on calculations. Difference in program calculation error by 0.1%.

 

Keywords: MQ-9 Sensor, ATMega16 Microcontroller, Wavecom Modem, 16x2 LCD, Bascom AVR, Prog ISP


Keywords


MQ-9 Sensor, ATMega16 Microcontroller, Wavecom Modem, 16x2 LCD, Bascom AVR, Prog ISP

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.32502/jse.v4i1.1771

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


         

 

Jurnal Surya Energy by http://jurnal.um-palembang.ac.id/senergi